Karena Kemuliaan Hanya Allah Yang Tahu
Dimata Alloh, ketaqwaan merupakan perangkat yang menentukan tinggi dan rendahnya derajat seseorang. Karena seandainya dunia itu sebagai tolak ukur kemuliaan seseorang, maka manusia yang paling berhak untuk menjadi kaya adalah Rosululloh shollallohu’alayhi wasallam. tapi kenyataannya? Kadang beberapa hari dapur beliau tidak mengepul, lalu rumah yang sempit dan alas tidur dari pelepah kurma..
Dan kita semua tahu, bahwa Allah Maha Tahu. Bahkan untuk sesuatu hal yang kita(manusia) tidak tahu, ya seperti ketakwaan seseorang misalnya.
TerKecuali jika Allah memang telah bersaksi bahwa seseorang itu adalah orang yang bertaqwa, mungkin seperti ketika Allah bersaksi tentang Rasulullah, “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”.(QS. Al-Qolam :4)
Rhamadhon
Kalau dalam tulisan yang sebelumnya (karena Allah sayang kamu) dikatakan, bahwa ramadhan adalah cara, cara bagaimana Allah mendidik hambanya untuk menjadi lebih baik dan tidak nakal lagi. Maka itu adalah benar adanya, karena memang pernyataan tersebut berangkat dari firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.(QS. Al-Baqarah : 183)
Karena pada akhirnya, taqwa bukanlah sekedar kebaikan sikap antara kita dengan Tuhan kita, tapi juga kebaikan sikap antara kita dengan sesama.
Materi Pengajian Alumni – Taubat
Taubat secara bahasa adalah Kembali, Dan Taubat juga diartikan kembali dari sesuatu kepada sesuatu yang lain. Maka Taubat adalah kembali dari sipat-sipat yang tecela kepada sipat-sipat yang terpuji dan lain-lain. Begitulah Pimpinan Pesantren menjelaskan tentang taubat pada Pengajian Rutin Alumni Pesantren KH. Zainal Musthafa Sukamanah Tanggal 2 Oktober 2011. Dan untuk lebih lengkapnya silahkan baca Materi Pengajian Alumni 2 Oktober 2011 dibawah ini:
Pesan Sosial Ibadah Qurban
Segala puji dan syukur semoga senantiasa terlimpah curahkan kepada sang Maha pencipta Allah swt sang penguasa waktu, Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada pribadi yang sempurna sosok manusia yang tiada dua dan syarat dengan akhlaq yang mulia Muhammad SAW. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang ertinya, Maka solatlah untuk Rabbmu dan sembelihlah hewan.” (Qs. Al Kautsar: 2) Syaikh Abdullah Alu Bassaam menyatakan, “Sebahagian ulama ahli tafsir menyatakan; yang dimaksud dengan menyembelih hewan adalah menyembelih hewan korban setelah solat Ied.” Pendapat ini dinukil daripada Qatadah, Atha’ dan Ikrimah (Taisirul ‘Allaam, 534, Taudhihul Ahkaam IV/450, & Shahih Fiqih Sunnah II/366).

















