Lokasi
Pendiri & Penerus
Statistik Web
  • 23430Total visitors:
  • 46Visitors today:
  • 73Visitors yesterday:
  • 663Visitors last week:
  • 1437Visitors per month:
  • 88Visitors per day:
  • 0Visitors currently online:

Jasa Yang Tak Terbalas

إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيّئات أعمالنا من يهده الله فلا مضلّ له ومن يضلله فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلاّالله وحده لاشريك له وأشهد أنّ محمّدا عبده ورسوله. اللهمّ صلّ على سيّدنا محمّد وعلى أله وأصحابه ومن تبعهم إلى يوم الدّين. ياأيّهاالّذين أمنوااتّقواالله حقّ تقاته ولاتموتنّ إلاّ وأنتم مسلمون. أعوذ بالله من الشّيطان الرّجيم. بسم الله الرحمن الرحيم  :وقضى ربك الا تعبدوا الا اياه وبالوالدين احسانا، اما يبلغن عندك الكبراحدهما او كلا هما فلا تقل لهما افٍ ولا تنهرهما وقل لهما قولا كريما. واحفض لهما جناح الذل من الرحمة وقل رب ارحمهما كما ربيانى صغيرا

Hadirin sidang jum’at rohimakumulloh.
Orang tua Adalah orang yang paling besar dan banyak pengorbanannya kepada kita. Karena merekalah yang menjaga dan memelihara kita sejak dalam kandungannya. Dan  mereka juga adalah pengaruh besar bagi anak-anaknya. Sebab mereka adalah orang yang terdekat kepada kita. Maka dari itu mereka punya kedudukan terpenting, untuk kita ingat. Keberhasilan dan kebahagiaan yang kita dapat, semuanya tidak terlepas dari jasa-jasa mereka. Bahkan Alloh juga menyatakan bahwa mereka adalah orang yang bisa membuka pintu sorga bagi anak-anaknya. Karena itu ada beberapa hal yang harus kita lakukan, kita suguhkan untuk mereka bedua. Diantaranya:
1.Bersikap Tawadlu.
Yakni kita harus lemah lembut dan rendah hati dihadapan mereka. Dengan tidak ada rasa lebih baik atau lebih besar dari pada orang lain apalagi dihadapan orang tua kita. Kita suguhkan   akhlak-akhlak yang membuat kepuasan tersendiri bagi kedua orang tua kita. Misalnya kita mengurusi dan memahami keinginannya dengan penuh ikhlas. Walaupun kadang-kadang terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan untuk kita, namun kita tetap melayaninya dengan bijaksana. Kita harus tetap tawadlu dihadapan mereka berdua. Karena sudah sangat jelas bahwa jasa-jasa mereka tidak akan pernah terbayar oleh kita walaupun kita harus tetap sambil menjaga nilai-nilai keimanan kita kepada Alloh yang maha kuasa. Hal ini di ajarkan oleh Alloh SWT kepada kita semua, dalam FirmanNYA:

واحفض لهما جناح الذل من الرحمة وقل رب ارحمهما كما ربيا ني صغيرا

Dan bersikap rendah hatilah kamu dihadapan kedua orang tua kamu dengan penuh kasih sayang serta berdo’alah: Ya Alloh kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mengasihani ku disaat aku masih kecil ( Al-Isro ).
Seorang ulama besar Sa’id Bin Musayyab menyatakan bahwa ayat ini adalah ungkapan kasih sayang dengan rendah hati serta tulus dan ikhlas. Seperti halnya seorang hamba sahaya yang bersikap rendah dihadapan majikannya.  dan Hasan Bin Ali disaat beliau menjawab sebuah pertanyaan tentang perbuatan dosa kepada kedua orang tua, adalah berlaku bakhil, mengacuhkan atau mengabaikan keduanya serta memandang mereka  dengan pandangan tajam. Lalu Zubair Bin Awwam menambahkan tentang maksud rendah hati dengan tulus adalah: tidak bakhil atas sesuatu yang mereka senangi.  Karena itu alangkah indahnya kalau kita mampu merendahkan diri  dihadapan mereka berdua, yang telah jerih payah mengurusi dan mendewasakan kita. Dan hal ini insyaAlloh akan membuat kita diridloiNYA. Lebih dari itu mari kita tonton satu prilaku Rosululloh SAW terhadap ibu angkatnya. Disaat beliau mencapai usia 50 tahun dikota mandinah, sering kali rumah beliau dikunjungi orang tua angkatnya dan diketuklah pintu rumah beliua yang disertai salam, lalu rosululloh SAW membukanya dan mempersilahkan ibunya dengan penuh kerendahan serta dengan segera beliau membuka lilitan sorban dilehernya dan menghamparkannya untuk alas duduk ibu angkatnya. Begitu indah prilaku rosul terhadap ibu angkatnya. Dan alangkah indah kalau kita jadikan teladan.
2. Berkata dengan kalimat-kalimat yang baik.
Yakni apabila masa tua mereka telah tiba, dimana mereka membutuhkan uluran tangan anaknya. Hati-hatilah kita berkata dihadapannya, jangan sampai terucap dari mulut kita yang menyinggung perasaannya. Yang didalam alqur’an dicontohkan dengan kata “AH”  Sebagai tanda tidak setuju dengan apa yang di bicarakan atau diinginkannya. Tapi kita semestinya tetap bijaksana dihadapannya, sekalipun kita tidak setuju. Bigitulah Alloh telah mengajarkan kita untuk menghadapi kedua orang tua kita. Firman Alloh:

اما يبلغن عندك الكبر احدهما او كلاهما فلا تقل لهما اف ولا تنهرهما وقل لهما قولا كريما

“Apabila sala seorang diantara orang tua kamu sudah mencapaai usia tua, janganlah kamu mengucapkan kata AH. Dan janganlah berkata kasar kepada mereka. Tapi katakanlah kata-kata yang mulia dihadapan mereka.
Hadirin sidang jum’at yang berbahagia.
Al-Hasan bin Ali mengatakan: janganlah kamu memanggil oran tua kamu dengan namanya, tapi pangilah mereka dengan kata ibu dan bapak dan janganlah kamu berjalan dihadapannya serta menyakitkan hatinya. Begitu pula dalam hadits Rosululloh SAW pada musnad Ibnu Murdaweh diriwayatkan, ada seseorang yang datang kepada Rosululloh SAW bersama bapaknya yang sudah tua. Rosululloh bertanya, Siapakah yang bersama kamu? Dia menjawab: ini bapak Saya ya rosululloh. Lalu Rosolulloh mengajarkanya cara-cara mempergauli orang tuanya: Janganlah kamu berjalan dihadapannya dan janganlah kamu mendahului duduk sebelum bapakmu, dan janganlah memanggil namanya serta janganlah kamu mencela bapak kamu. Kalau dipanggil, jawablah dengan penuh rasa hormat. Seperti yang diajarkan oleh Zuhair Bin Muhamad. Kalau orang tua memanggil, maka jawablah:      لبيك سعديك.
Demikian pula Abu Hurairoh. Setiap beliau mau keluar, beliau pasti izin dulu kepada kedua orang tuanya seraya beliau berkata:  السلام عليك (mudah-mudahan Alloh memberi rahmat sebagaimana ibu dan bapak telah mengasiahaniku ). Lalu orang tuanya pun menjawab dengan tulus dan ikhlas  وعليكم السلام (mudah-mudahan Alloh selalu mengampunimu sebagaimana engkau telah bebakti kepada kami dengan tulus). Alangkah sejahtranya kalau ini biasa dilakukan oleh kita. Begitulah islam mengatur kita, agar kita bahagia dan sejahtra. Dan betapa jeleknya seorang anak yang berani menyakiti orang tuanya. Misalnya bersaing dalam bisnis atau dalam hal yang lainnya, sehingga menimbulkan ketidak nyamanan dalam keluarga. Na’udzubillah min dzalik.
3. Ringankanlah segala beban yang ada pada mereka.
Kita renungkan. Betapa ikhlas dan tulus mereka mengayomi kita, dengan tanpa pamrih mereka sanggup mengorbankan segala apa yang ada pada mereka demi anaknya. Dan sekarang adalah kewajiban kita mengayomi, mengeloni dan membantu meringankan beban mereka dengan ikhlas walaupun sangat jauh dari kata seimbang dibanding dengan pengorbanan mereka pada kita. Seperti satu kisah yang ditulis oleh ibnu katsir, bahwa diarena luasnya ka’bah ada seseorang yang sedang thawaf sambil menggendong  ibunya dengan tujuh putaran. Bisa kita bayangkan betapa beratnya hal itu dilakukan kalau tanpa ikhlas. Disamping luasnya ka’bah dan dibawah teriknya panas matahari yang sangat menyengat, seorang anak bejuang mengajak ibunya untuk ber ibadah thawaf demi ridlo Alloh agar dia bisa membalas jasa-jasa orang tuanya. Lalu anak itu setelah selesai thawaf, dia menghampiri Rosululloh SAW seraya bertanya.”Ya rosululloh cukupkah terbalas jasa ibuku kepadaku dengan apa yang aku suguhkan kepadanya seperti ini. Rosululloh menjawab: Tidak, bahkan tidak seujung kukunya pun kamu membayar atau memenuhi hak ibu bapak kamu. Bahkan kalau saja seluruh kemampuan kamu, diberikan kepada ibu bapakmu hal itu tdak akan pernah cukup membalas setetes air susunya yang diberikan kepadamu. Demikaian pula, kalau saja siang dan malam dijadikan usaha untuk mereka berdua. Maka itupun tidak akan cukup untuk membayar setetes keringat bapakmu”. Maka dari itu ciptakanlah suasana yang bisa meringankan beban mereka baik fisik ataupun batinnya. Dengan harapan mereka bisa menikmati masa tuanya dengan ibadah kepada Alloh SWT.
4,Setelahnya mereka berpulang kerahmatulloh, tidak berarti tugas kita selesai. Bahkan kita adalah harapan mereka didalam kesunyian alam kuburnya. Malik bin Robiah mengatakan: Ketika aku duduk dekat Rosululloh datanglah seorang dari kalangan kaum ansor sambil berkata” Ya Rosululloh apakah masih tersisa tugas bebakti kepada orang tua yang sudah tidak ada? Rosul menjawab: Ada 4 hal yang harus engkau lakukan untuk mereka. Yakni shalatkanlah ketika mereka meninggal, mohon ampunanlah kepada Alloh untuk mereka, laksanakanlah janji mereka dan hormatilah teman-teman mereka serta bersilaturrahmilah dengan kerabat-kerabat mereka ( HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).
5. Mendo’akan kedua orang tua.
Waladun Shalihun adalah harapan terbaik orang tua. Anak itu slalu berdo’a untuk orang tuanya disaat mereka sudah tua atau meninggal dunia. Dan Alloh pun mengajarkan kepada kita dalam Al-Qur’an:

وقل رب ارحمهما كما ربيا نى صغيرا

“Katakanlah wahai tuhanku, kasihanilah mereka berdua. Seperti mereka telah mengasiahniku diwaktu aku masih kecil”.
Nabi Nuh juga mengajarkan kepada kita dalam Al-Qur’an:

رب اغفرلى ولوالدي ولمن د خل بيتى مؤمنا وللمؤمنين والمؤمنات ولا تزدالظالمين الا تبارًا

“Wahai Tuhanku ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan orang yang masuk kerumahku dengan iman serta orang-orang mu’min baik laki-laki atau perempuan. Dan janganlah engkau tambahkan bagi orang-orang  yang dolim, kecuali kebinasaan.
Adapun untuk orang tua yang berbada keyakinannya, hendaklah kita berdo’a agar mereka diberikan hidayah dan taupiq oleh Alloh SWT. Sebagaimana yang dilakukan oleh Abu Hurairoh, disaat beliau dakwah kepada ibunya, beliau tidak berhasil. Namun beliau tetap berdo’a untuknya. Sampai akhirnya beliau datang kepada Rosululloh sambil meminta Rosul berdo’a untuk ibunya.Lalu Rosulpun bedo’a dan akhirnya ibunda Abu Hurairoh mau mengucapkan dua kalimat shadat. Begitulah islam mendidik kita agar menjadi keluarga yang sejahtra, sakinah mawaddah warohma. Akhirnya mudah-mudahan Alloh dengan puncak pertolongan dan segala kemaha kuasaaNYA melimpahkan rahmat dan karuniaNYA kepada kita semua. mudah-mudahan khutbah besar manfaatnya.

 بارك الله لي ولكم ونفعني وايكم اجمعين
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين. أما بعد أيها الإخوة المسلمون ادعوكم ونفسى إلى تقوي الله فقد فاز المتقون  االلهم اغفرللمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات  اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ . رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا ربنا اغفرلناذنوبناولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رئوف رحيم . ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الأخرة حسنه وقنا عذاب النار . سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × one =