Lokasi
Pendiri & Penerus
Statistik Web
  • 23429Total visitors:
  • 45Visitors today:
  • 73Visitors yesterday:
  • 662Visitors last week:
  • 1436Visitors per month:
  • 88Visitors per day:
  • 3Visitors currently online:

Karena Kemuliaan Hanya Allah Yang Tahu

Dimata Alloh, ketaqwaan merupakan peringkat yang menentukan tinggi dan rendahnya derajat seseorang. Karena seandainya dunia itu sebagai tolak ukur kemuliaan seseorang, maka manusia yang paling berhak untuk menjadi kaya adalah Rosululloh shollallohu’alayhi wasallam. tapi kenyataannya? Kadang beberapa hari dapur beliau tidak mengepul, lalu rumah yang sempit dan alas tidur dari pelepah kurma..
Dan kita semua tahu, bahwa Allah Maha Tahu. Bahkan untuk sesuatu hal yang kita(manusia) tidak tahu, ya seperti ketakwaan seseorang misalnya.
TerKecuali jika Allah memang telah bersaksi bahwa seseorang itu adalah orang yang bertaqwa, mungkin seperti ketika Allah bersaksi tentang Rasulullah, “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”.(QS. Al-Qolam :4)

Dan berangkat dari semua ketidaktahuan kita akan hal itu, maka semestinya kita tidak lagi sembarangan dalam menilai seseorang. karena penilaian kita itu, hanya sebatas dari apa yang kita lihat, yang kita dengar dan yang kita rasa. sementara kita tahu bahwa kemulian seseorang tidak bisa dibatasi oleh mata, telinga dan hati kita. terlebih yang namanya ibadah itu bukan sekedar lahiriah saja, karena batiniyah juga porsinya untuk itu. Karena bisa jadi ia sedang bersujud ketika kita tengah tertidur, berzikir disaat kita tak mendengar dan mencintai kita di kala kita tak merasa, mungkin saja.

Sehingga dengan tidak memandang rendah setiap orang, mungkin ini adalah hikmah tentang kenapa ketakwaan dijadikan tolak ukur kemulian seseorang. Sehingga itulah juga kenapa, kitapun mengenal beberapa larangan seperti Su’udz dzan (berprasangka buruk) dan Ghibah (menggunjing). terlebih ketika Allah berfirman tentang hal ini, maka akhir dari kemungkinannya adalah, “….boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok)….”(QS. Al-Hujurat 49:11)

Tapi ketika dunia ini terasa terbalik, dimana orang yang baik dihinakan dan orang jahat dimuliakan, maka tidaklah usah aneh, karena “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. Al Hujurat: 13)

Ya, di sisi Allah bukan di sisi manusia. Sehingga kalau kita sadar betul akan hal ini. maka paling tidak ini dapat sedikit meredam kekecewaan kita akan pandangan buruk orang lain terhadap kebaikan kita atau tuduhan bohong atas kejujuran kita. terlebih di akhir ayat tersebut kita di ingatkan bahwa “Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” sementara mereka? Mungkin belum tahu dan belum mengenal kita.

karena kemuliaan hanya Alloh yang tahu.

Wa Allahu ‘alam Bishowab

Copyright Pesantren di Tasikmalaya : PESANTREN KHZ MUSTHAFA SUKAMANAH.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − 1 =