Lokasi
Pendiri & Penerus
Statistik Web
  • 23430Total visitors:
  • 46Visitors today:
  • 73Visitors yesterday:
  • 663Visitors last week:
  • 1437Visitors per month:
  • 88Visitors per day:
  • 0Visitors currently online:

Karena Omelannya Adalah Nyanyian Terindah Kita

Dua hal yang jarang kita sadari dalam hidup; yaitu, Kekurangan kita, dan tentang siapa orang yang mampu menujukan kepada kita akan kekuarangan itu. Padahal kata orang bijak, jalan untuk menjadi sempurna hanya ada pada kemampuan kita memperbaiki semua kekurangan diri.

Dan kalau saat ini kita bermimpi untuk menjadi sempurna. Maka tak ada cara lain, kecuali dengan bertanya pada orang yang memang mampu menunjukkan semua kekurangan kita, lalu perbaiki kekurangan itu.

Saudaraku,

Tanpa dipinta, sebenarnya dia telah menunjukan kepada kita semua kekurangan kita. dan tidak hanya itu, ternyata ia juga kerapkali meminta kita untuk memperbaiki semua kekurangan itu. karena sejujurnya, dia adalah orang yang lebih dulu bermimpi akan kesempurnaan kita, sebelum kita bermimpi akan kesempurnaan itu.

Siapakah dia? Ya, dia adalah ibu kita. orang yang sangat tau betul atas semua kekurangan kita. dengarlah baik-baik semua omelannya, dan semua ucapannya ketika ibu tengah memarahi kita. maka kita akan mendapati bahwa itulah kekurangan kita yang sebenarnya. mungkin tentang omelan ibu kita karena kita yang kerapkali bangun kesiangan, malas belajar, malas shalat, malas bersih-bersih atau bahkan omelan karena kita masih saja tidak mau mendengar semua nasehat-nasehatnya. Sehingga kalau kita mendapati bahwa hanya itu dan itu saja omelan yang ibu sampaikan setiap harinya, maka itu menjadi pertanda bahwa masih itu dan itu saja kesalahan yang kita lakukan. Kenapa?, Karena ibu kita benar-benar ingin memastikan bahwa semua kekurangan itu jangan sampai melekat di diri kita. kenapa? Karena ibu kita benar-benar bermimpi, kita bisa menjadi manusia sempurna sepeninggalannya.

Tapi entah kita tidak suka mendengar semua omelannya? kita ikut marah ketika ia sedang memarahi kita? bahkan kita kerapkali meninggalkannya ketika beliau tengah menasehati kita?

Adakah kita masih menganggap dia benar-benar bermaksud merendahkan kita? membenci kita?

Dan kalau memang kita adalah orang yang paling dibencinya, lantas kenapa terkadang mesti ada air yang mengembang dari kedua bola matanya ketika ia memarahi kita ? bahkan tak jarang air itu seolah sampai membuat aliran sendiri di kedua belah pipinya sembelum akhirnya jatuh ke bumi.

Bukankah air mata itu adalah sebentuk fisik dari perasaan suci seseorang? Karena memang ia tak pernah hadir ketika kita tengah membenci. Dan karena ia juga merupakan kata ganti dari ungakapan “teramat” dari sebuah perasaan suci. Sebab kita hanya akan menangis ketika kita teramat bahagia, teramat kehilangan dan teramat berharap akan sebuah harapan yang mungkin tak kesampaian.

Dan adalah adalah tangis ibu, merupakan cerita tentang tangis akan sebuah harapan atas kebaikan kita yang tak kunjung kesampaian. Padahal, jangankan untuk sebuah harapan ibu akan kebaikan kita, untuk sebuah alasan yang tak kebaikannya buat kitapun tetap saja tangisnya itu mesti kita gantikan dengan senyum. Mungkin Sebagaimana nasihat yang pernah Beliau sampaikan kepada salah seorang sahabat yang telah membuat kedua orang tuanya menangis karena kepergiannya untuk hijrah. beliau saw berpesan,“Kembalilah kepada keduanya, buatlah keduanya tersenyum, sebagaimana kamu telah membuat keduanya menangis“.(HR. Bukhari)

Saudaraku,

Kita sadar betul, bahwa kita bukanlah anak yang shaleh bagi orang tua kita dan bukan anak yang bisa menjadikan bangga kedua orang tuanya. Tapi apupun keadaan hari ini, tetaplah diam ketika ia mengomeli kita dan janganlah benci ketika ia membacakan semua catatan kejelekkan kita. karena sesungguhnya saat itu, adalah saat dimana kita harus menyadari bahwa memang itulah sederet kekurangan yang masih harus kita perbaiki.

Karena akan ada satu saat dimana kita akan menyadari, bahwa omelannya adalah nyanyian terindah buat kita. entah kapan?. Mungkin, saat dimana ia telah menutup mata, atau saat tarikan dan hembusan nafasnya terhenti dan tak terdengar lagi.

Wallahu ‘Alam Bisshawab

NB : bagaimanapun cara orang tua dalam menasehati kita.baik dengan omelan atau tidak, tetap saja kesimpulannya hanya satu, dia ingin yang terbaik buat anaknya. Dan tulisan ini hanya sekedar penyikapan terbaik dari kondisi terpahit.

dan jika pada akhirnya ditakdirkan kita menjadi orang tua dari anak-anak kita mudah2n kita bisa mendidik mereka dengan hikmah(pelajaran yang baik), mauizah hasanah(ucapan yang baik) dan mujadalah hasanah(dialog yang membangun dan baik)

By: Chairil

Copyright Pesantren di Tasikmalaya : PESANTREN KHZ MUSTHAFA SUKAMANAH.

One Response to Karena Omelannya Adalah Nyanyian Terindah Kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 4 =