Lokasi
Pendiri & Penerus
Statistik Web
  • 23430Total visitors:
  • 46Visitors today:
  • 73Visitors yesterday:
  • 663Visitors last week:
  • 1437Visitors per month:
  • 88Visitors per day:
  • 0Visitors currently online:

Kisi-kisi Kehidupan

Hari-hari di Pesantren Khz Musthafa Sukamanah pada satu, tiga, lima atau sepuluh tahun yang lalu adalah diantara saat-saat terindah bagi kita yang memang pernah merasakan tinggal dan mengenyam pendidikan di dalamnya.

Mungkin, masing-masing kita berbeda dalam memaknai semua keindahan masa lalu di sukamanah. Mungkin Ada yang memaknai bahwa keindahan bagi mereka ada pada saat ketika mereka masih belajar mengeja sesuatu yang tak tampak menjadi seolah seperti ada, dan mengeja sesuatu yang tak terlihat menjadi tampak seolah begitu nyata, mungkin tentang syurga itu, atau tentang kengerian neraka itu.Dan mungkin ada juga yang memaknai keindahan di sana ada pada kebersamaan yang mereka lalui bersama sahabat-sahabatnya. mungkin tentang indahnya shalat berjama’ah, belajar berjama’ah, makan berjama’ah, tidur berjama’ah atau (maaf) tentang mandi dan buang hajatnya yang juga berjama’ah.

Dan bahkan mungkin ada yang memaknai bahwa keindahan bagi mereka justru ada pada saat ketika mereka di ta’jir(di Hukum). Ya, mungkin mereka baru memahami bahwa ta’jir sebenarnya teguran buat mereka ketika mereka tersalah dan ketika mereka khilaf. Sehingga wajar jika pada akhirnya mereka menganggap bahwa ta’jir adalah kenangan terindah di tengah keadaan saat ini yang tak ada lagi menegur dan menghukum ketika mereka tersalah dan khilaf.

Dan hari itu, pada acara reuni alumni pesantren sukamanah, 15 September yang lalu. Sepotong episode masa lalu seolah hadir kembali dalam benak masing-masing kami yang hadir. Seolah Allah seperti kembali me-reply kaset kehidupan kami pada masa 2, 5 atau 8 tahun yang lalu. Dimana kami masih bisa berkumpul dan saling berbincang tentang berbagai macam hal, di sebuah tempat yang memang telah mempertemukan kami dan tempat yang pada akhirnya juga harus memisahkan kebersamaan kami (Pesantren sukamanah). Dan di sana kami juga saling bertanya tentang banyak hal, mulai dari sudah nikah apa belum? sekarang dimana? Kerja apa? Anak berapa? Sampai untuk sebuah pertanyaan canda, istri berapa?

Dan di tengah kebesamaan panjang kami, salah seorang sahabat saya berkata, “duh… Alangkah bahagianya kalo kita bisa jadi santri lagi, makan tinggal makan, tidur tinggal tidur dan ngaji tinggal ngaji. Sementara kita sekarang, mau ngaji aja susah.. banget!!” dan ketika mendengar hal itu, jujur, saya juga mengamininya. Karena saya juga merasakan hal yang sama seperti juga yang dirasakan sahabat saya itu. Dimana sekarang kami harus bekerja agar bisa makan dan tidur nyenyak, dan juga harus berusaha bisa ngaji di sisa-sisa waktu luang kami yang kadang juga seolah tak memberikan kami waktu untuk itu.

Sehingga kalau saja pesantren berkenan memberikan ijin kepada kami untuk memberikan pesan kepada para santri pesantren sukamanah. Maka kami hanya ingin berpesan, “manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya selama kalian masih di pesantren. Karena akan datang saat dimana kalian juga akan berkhayal menjadi seperti adik-adik kalian, sebagaimana hari ini kami berhayal bisa menjadi seperti kalian.”

Tapi walaupun demikian, sebesar apapun penyesalan kami hari ini, adalah juga sebuah pelajaran buat kita semua. Ya, pelajaran bagi kita untuk tetap baik dan terus berusaha menjadi lebih baik. dengan terus berupaya memanfaatkan waktu lapang sebelum datang waktu sempit, Sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin dan memanfaatkan kehidupan, sebelum datang kematian. Sehingga dengannya, mudah-mudahan kita bisa berlindung dari penyesalan yang lebih dahsyat dari sekedar penyesalan kami tersebut. Ya, sebuah penyesalan yang pernah Allah gambarkan melalui fiman-Nya,

“maka sekiranya kami dapat kembali sekali lagi (ke dunia) niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman.”(QS. Asy-Syu’araa’ : 102)

Dan kalau untuk sebuah antisipasi akan penyesalan yang kami rasakan ini, pesantren sukamanah pernah mengingatkan kami dengan sebuah pertanyaan “apa yang kalian cari di sukamanah??”. Maka seperti itu pula semestinya kami mengatisipasi akan penyesalan dahsyat itu dengan sebuah pertanyaan “apa yang kalian cari di dunia ini?

Dan sekiranya pesantren pernah mengingatkan, “bahwa untuk ilmu kalian dititipkan”. Maka sebenarnya Allah juga pernah mengingatkan “bahwa untuk beribadah kalian diciptakan” sebagaimana Allah swt pernah berfirman, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzaariyaat : 56)

Saudaraku,

Hari ini kita bisa kembali belajar dari pesantren sukamanah. Ya, kita belajar tentang banyak hal. Mungkin tentang arti sebuah kerinduan akan sahabat dan kebaikan, atau tentang bagaimana kita membayar kesalahan kita di masa dulu dengan perbaikan diri di hari ini. karena ibarat melapisi sisi-sisi gelap kita dengan ornamen hidup dan hiasan diri yang indah. Atau seperti hujan yang turun mendinginkan bumi yang panas. Atau seperti pewarna dinding yang keindahannya melupakan keras dan kelamnya pasir serta bebatuan di belakangnya. Seperti itulah kebaikan menghapus keburukan. Seperti itu pula ampunan Allah melebur kesalahan hamba-Nya. dan seperti itulah pesantren sukamanah sebenarnya mengajarkan kita untuk menghidari penyesalan dan keburukan setelahnya.

Dan akhirnya, walapun pesantren sukamanah tak pernah bisa memberikan jaminan bagi kita untuk bisa menjadi baik dan lebih baik, tapi pesantren sukamanah telah memberikan kepada kita kisi-kisi kehidupan untuk tetap baik dan menjadi lebih baik. mudah-mudahan..

Wallahu ‘alam Bisshawab. By: Chairil

Copyright Pesantren di Tasikmalaya : PESANTREN KHZ MUSTHAFA SUKAMANAH.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + 19 =