Lokasi
Pendiri & Penerus
Statistik Web
  • 23430Total visitors:
  • 46Visitors today:
  • 73Visitors yesterday:
  • 663Visitors last week:
  • 1437Visitors per month:
  • 88Visitors per day:
  • 1Visitors currently online:

Serba-serbi perayaan HUT RI ke-64

 Al-Mukhalafah Quwwatun wa al-mukhalafah maziyyatun (Difference is power and different is execelence)

Sudah menjadi sifat alamiah yang tertanam dalam diri manusia dan kewajaran yang membuat dinamika kehidupan berkembang dan lebih berirama yaitu untuk meraih prestasi. Untuk meraih hal itu seseorang tentunya harus memiliki sesuatu yang membuatnya berbeda dari yang lain. Dalam berbagai aktivitas sosial, unsur keberbedan adalah mutlaq. Jika seseorang tidak memiliki perbedaan dari yang lainnya, maka orang takkan mengenalnya. Dalam kegiatan usaha, unsur difference (perbedaan) adalah brand, cirikhas, dan nilai jual. Sebab unsur itulah yang menjadi alasan orang untuk melirik, melihat, tertarik, memilih dan akhirnya membeli. Berbeda akan membuat seseorang dikenal. Dengan berbeda, ia akan ada  dan eksis. Jika bapak Rasiaonalisme, Rene Descartes berujar: “Cogito Ergosum” (aku berpikir, maka aku ada). Maka katakan juga “Aku berbeda maka aku ada”. Berbeda akan menunjukan eksistensi seseorang dari segala hal disekelilingnya. Orang-orang akan melihat sesuatu ketika sesuatu itu berbeda, menonjol dan lain dari yang lain. Namun jelas, berbeda saja tidak cukup, perbedaan yang asal-asalan, apalgi tanpa diniati untuk peningkatan dan pengembabgan diri, bisa menjadi bahan tertawaan, konyol dan memalukan. Ia juga bisa menjadi boomerang yang berbalik menyerang Bahkan petaka, bukan saja bagi pelakunya, tetapi juga sekitarnya. Perbedaan yang asal beda, apalagi yang negatif dan merusak bukanlah sebuah maziyyatun (keunggulan), melainkan sebuah defisit kemanusiaan.

            Perbedaan akan benar-benar menjadi kekuatan bila ia dikelola dengan baik dan benar. Perbedaan kecil akan berkekuatan besar bila diurus secara benar. Sebaliknya, pengelolaan yang salah bisa mengakibatkan kekuatan kecil atau bahkan tidak menghasilkan apa-apa. Jadi berbeda saja tidak cukup, perbedaan tidak bermakna apa-apa jika ia berada dalam genggaman tangan-tangan yang salah.

Dan pada saat ini hal yang menjadi bahan pembicaraan dan headline news di pesantren kita tercinta adalah adanya perlombaan memperebutkan prestasi diantara asrama dalam rangka peringatan hari besar nasional HUT RI  ke-64 yang tentunya juga harus menjadi sebuah pemikiran bersama, baik para peserta atau pun para panitia yang mendesain acara ini supaya tidak hanya perayaan yang diraih, melainkan menjadi motivasi universal bagi seluruh santri dan nafas segar bagi pesantren tercinta dalan mencetak kader umat yang kuat dan berintelektual tinggi sekaligus mempertajam dan memperkokoh nasionalisme dan patriotisme terhadap NKRI tercinta.

Bangsa Indonesi diciptakan berbeda, namun lebih jauh apapun bentuknya perbedaan harus didesain demi keunggulan dan kualitas kemanusiaan, baik secara individual maupun sosial. Karenanya, berbeda itu harus ditujukan untuk keunggulan hidup. Difference for execelence (Al- mukhalafah li al-afdhaliyah). Jadi berbeda bukan tujuan, berbeda bukan idiologi yang harus diperjuangkan. Berbeda hanyalah alat, kendaraan untuk mentransformasi diri melakukan metamorfosa kemanusiaan.

MARILAH KITA MERIAHKAN HUT RI KE-64 DENGAN SEMANGAT PERSATUAN DAN KESATUAN

Created by Rois Al-Manba’

Copyright: Pesantren Yayasan KH. Zainal Musthafa Sukamanah Tasikmalaya Jawa Barat Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six − five =