adminuser

Memilih Pemimpin

Oleh Choiril
Kita sangat berharap mendapatkan pemimpin yang adil dan tidak dzolim. Tapi anehnya, cara kita memperolehnya justru dengan cara-cara yang dzolim. Kita saling mencela, menghina hanya karena berharap bahwa calon pemimpin yang kita usung menang.
Padahal ulama telah mengatakan:

فإن أرادوا أن يتخلصوا من ذلك الأمير الظالم فليتركوا الظلم

“Jika rakyat ingin lepas dari penguasa zhalim, hendaknya mereka meninggalkan perbuatan zhalim yang mereka lakukan.”
Sungguh amat disayangkan jika kita terlalu fokus pada usaha dan kemampuan sendiri sampai lupa untuk bergantung kepada Allah dalam setiap usaha yang kita lakukan.
Kita terlalu bergantung pada asbab kauniyah dan meninggalkan asbab syar’iyah.
Dan sebagai orang yang mengaku beriman kepada Al Quran dan Nabi Muhammad, mestinya kita meyakini dengan pasti sebab-sebab yang disebutkan oleh Pembuat syariat, yaitu Allah Ta’ala.. Bahwa memang orang zhalim itu pemimpin bagi sebagiannya yang lain.
Atau sebab syar’i lain semisal:
– Siapa yang menginginkan jalan keluar, hendaknya ia bertaqwa kepada Allah.
– Siapa yang ingin bertambah nikmatnya, hendaknya ia bersyukur.
– Siapa yang ingin panjang umurnya, hendaknya ia menyambung silaturahim yang terputus.
– Siapa yang ingin harta yang berkecukupan dan anak yang banyak, maka perbanyak istighfar.. Sebagaimana perkataan Nabi Nuh pada kaumnya.
– Dan sebab syar’i yang umum, yaitu doa. Jangan sesekali meremehkan doa.
Ingat, doa yang diajarkan Rasulullah:

وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

“Janganlah Engkau serahkan urusan ini kepada diriku sendiri, walaupun sekejap mata”
Maka siapakah kita yang terlalu percaya diri sehingga menyandarkan hasil hanya dari usaha sendiri tanpa memohon pertolongan Allah?

Tentang Sukamanah

Sukamanah adalah nama sebuah kampung yang pada asalnya bernama Cikembang yang berubah menjadi Sukamanah atas inisiatif dari pendiri pondok pesantren yaitu K.H Zainal Musthafa. Kemudian dinamailah pesantren tersebut menjadi pondok pesantren Sukamanah yang beridiri di atas tanah wakaf dari janda dermawan yang bernama Almagfurlah Hj. Siti Juairiah pada tahun 1927 H. Pondok pesantren Sukamanah berkembang menjadi pusat pembelajaran agama Islam sejak sebelum kemerdekaan Republik indonesia bahkan dalam peristiwa kemerdekaan pondok pesantren sukamanah ikut berperan dalam pergerakan perjuangan melawan tentara penjajah jepang pada waktu itu. Peristiwa perjuangan para santri sukamanah melawan tentara jepang terjadi pada tanggal 1 Rabi’ul awwal 1363 H (25 Februari 1944 M).
Pendiri pondok pesantren Sukamanah yaitu KH. Zainal Musthafa berbekal ilmu-ilmu yang diraihnya dari beberapa pesantren selama 17 tahun, beliau memimpin pesantren selama kurang lebih 17 tahun, karena terjadi pertempuran antara santri-santri Sukamanah dengan tentara jepang yang menyebabkan beliau ditangkap menjadi tawanan jepang. Berdasarkan dokumen kantor Erevel Belanda Ancol Jakarta beliau dan santri-santrinya telah menjalani hukuman mati pada tanggal 25 Oktober 1944 dan dimakamkan di taman pahlawan Belanda, Ancol, Jakarta. Kemudian pada tanggal 25 Agustus 1973 jenazah beliau dan 17 orang pengikutnya dipindahkan ke makam pahlawan Sukamanah.
Dalam tempo 17 tahun tersebut Almagfurlah KH. Zainal Musthafa mampu mencetak banyak generasi menjadi alim yang sanggup dan cakap memberikan pelajaran agama di tempat/kampung halamanya masing-masing. Berkat kedalaman ilmu dan kemuliaan akhlaknya para santri datang berbondong-bondong dari berbagai pelosok, Sehingga santri yang diasramakan berkisar antara 600 s.d 700 orang yang ditampung di 6 asrama di tiap tahunnya. Adapun santri yang tidak di asrama (santri kalong) jumlahnya lebih dari sepuluh kali lipat dari yang di asrama. Di samping itu, ajengan Musthafa muda aktif dalam organisasi Nahdhatul Ulama (NU) dan ikut berperan dalam menggaungkan panji-panji NU di Tasikmalaya kala itu.
Pada tahun 1950 keadaan pesantren sepeninggal beliau dilanjutkan dan dirintis kembali oleh KH. Muh Fuad Muhsin Rohimahullah dan K.U. Abdul Aziz Rahimahullaah serta rekan-rekannya dengan bimbingan kakaknya KH. Wahab Muhsin Rahimahullaah. Kemudian pada tahun 2003 KH. Fuad Muhsin menyerahkan kepemimpinan pesantren kepada putranya KH. Drs. A. Thahir Fuad yang memimpin dan mengasuh pesantren peninggalan K.H. Zainal Musthafa sampai sekarang. Selanjutnya dalam perkembangannya pada tanggal 17 Agustus 1956 telah berdiri yayasan K.H. Zainal Musthafa Sukamanah. Yayasan ini bertujuan untuk melanjutkaan perjuangan pahlawan KH. Zainal Musthafa khususnya di bidang pendidikan yang tidak hanya membina pesantren namun melebarkan sayap dalam pendidikan formal. Melalui yayasan ini didirikanlah sekolah-sekolah formal yakni SMP-SMA K.H. Z. Musthafa, PGA Sukamanah (sekarang MAN 1 Tasikmalaya) dan Mts Sukamanah (sekarang MTsN 1 Tasikmalaya).
Dalam membentuk generasi muslim yang berakhlak mulia dan ilmiah yang berlandaskan Aqidah Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah pondok pesantren Sukamanah melaksanakan proses pendidikan dengan mempertahankan metode pondok pesantren salafiah yaitu kajian kitab karangan para ulama dengan cara bandongan dan sorogan dengan sistem klasikal. Selain itu pendidikan yang diselenggarakan menyesuaikan dengan tuntutan zaman dengan dasar Al-Muhafazatu ‘Ala Al-Qadim Al-Shalih Wa Al-Akhdzu Bi Al-Jadid Al-Aslah, para santri juga diharuskan untuk mengikuti program tahfidz (Al Qur’an, Hadits, matan kitab) setiap minggunya. dengan tujuan menguatkan hafalan Al Qur’an, Hadits serta ilmu nahwu shorof.
Selain menempuh pendidikan pesantren, para santri diwajibkan untuk mengikuti pendidikan formal di sekolah berbasis pesantren yang berada di bawah naungan Yayasan KH. Zainal Musthafa Sukamanah yakni SMP dan SMA KHZ. Musthafa. Berkat rahmat Allah Swt, sampai saat ini alumni-alumni pondok Pesantren KH. Zainal Musthafa Sukamanah sudah tersebar luas di hampir seluruh penjuru negeri dari sabang sampai merauke. Bagi para orang tua yang bermaksud untuk menitipkan anak-anaknya sebagai penerus tonggak perjuangan KHZ. Musthafa dalam menuntut ilmu di lembaga pendidikan warisan pahlawan nasional ini, silahkan mendaftarkan diri dengan mengikuti tahapan-tahapannya pada website ini atau langsung mendatangi Pondok Pesantren K.H. Zainal Musthafa.

Peringatan kemerdekaan di tanah para pejuang

Tepat Hari Jum’at, 17 Agustus 1945, diperingati Hari kemerdekaan RI Ke-73 yang diikuti oleh pengurus pesantren, dewan santri dan santri Pesantren, Dengan antusias, khidmat dan tertib. Kegiatan hari ini merupakan rangkaian dari berbagai macam perlombaan di pesantren, sejak tanggal 15 agustus yang berupa berlombaan ketangkasan, pendidikan dan kesenian.

Pengibaran bendera merah putih & Lagu Indonesia raya & mengheningkan cipta memberikan tambahan spirit bagi seluruh peserta. Pada kesempatan ini yang menjadi inspektur upacara Continue reading

Film Asy-sahid KH. Zainal Musthafa

  وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Film ini adalah kisah nyata yang menceriterakan tentang perjuangan seorang hamba Alloh di Tasikmalaya. Dengan bimbingan kakaknya Yakni KH. Zainal Muhsin (Pendiri Pesantren Sukahideung), Beliau mendirikan Pesantren di kampung Cikembang pada tahun 1927 dengan nama Pesantren Sukamanah. Dengan penuh tawakkal dan ketauhidan, beliau terus berusaha mencerdaskan bangsa melalui pesantren yang dibangunnya.

Alhamdulillah Pesantren ini beberapa tahun kemudian bisa menarik santri-santrinya sampai 700 orang dari berbagai daerah di indonesia dan menetap di pesantren serta 10 kali lebih banyak untuk santri-santri yang tidak menetap di pesantren. Continue reading

Wanita Pemalu

Pada dasarnya wanita diciptakan sebagai makhluk yang pemalu. Dan dari dasar penciptaan-Nya ini Allah ternyata telah menetapakan satu ketentuan agama yang sangat cocok untuk makhluknya yang pemalu ini. Yaitu perintah untuk menutup aurat(berhijab). Kalau saja setiap wanita tetap berada pada fitrah penciptaannya, mungkin perintah ini, tidak lagi diartikan sebagai sebuah perintah yang dibebankan kepadanya. Tapi lebih kepada sebuah pertolongan yang selalu bisa menenangkannya. Continue reading

Pondok Pesantren KH Zainal Musthafa Sukamanah bersikap netral pada pemilihan calon Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya tahun 2015.

Pengurus Ponpes KHZ Musthafa Sukamanah Yusuf Hazim menerangkan Ponpes Sukamanah tidak pernah mengajak atau menggiring masyarakat untuk memilih setuju atau tidak setuju terhadap pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya, H Uu Ruzhanul Ulum dan H Ade Sugianto. Continue reading

Makna Tahun Baru Hijriyah

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَمُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَوَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. أما بعد معاسر المسلمين أوصيكم ونفس بتقو الله فقد فاز المتقون, أعود بالله من ا لسيطان الرجيم بسم الله الرحمان الرحيم إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Hadirin Sidang Jumat Rohima kumullah

Pada kesempatan yang mulia ini, di tempat yang mulia, dan di hari yang mulia ini, marilah kita selalu menjaga dan meningkatkan mutu keimanan dan kualitas ketakwaan kita kepada Allah dengan sebenar-benarnya, yaitu Continue reading

1 2 3 10