PSB ONLINE

PSB Online

Lokasi
Pendiri & Penerus
Statistik Web
  • 132914Total visitors:
  • 12Visitors today:
  • 47Visitors yesterday:
  • 340Visitors last week:
  • 1400Visitors per month:
  • 47Visitors per day:
  • 0Visitors currently online:

adminuser

Munajat santri untuk negeri

Oleh: Edi Bukhori

Indonesia Menyala

Wal a’sri, Demi Waktu

Demikian potongan ayat Al Quran Suat Al a’sri

Mengingatkan kita akan pentingnya waktu

porsi pemberian paling adil Yang Maha pencipta, kepada makhluknya

Betapa amat sangat berharganya

Satu detik yang lalu tak akan ketemu 

Lebih jauh dari 50 Tahun yang akan datang

Kerugian bagi siapapun yang membiarkan berlalu tanpa menjadi investasi kebaikan

Kebahagian menghampiri, saat melepasnya dgn a’mal

Ya Rohman, Ya Rohim

Jadikan kami, hambamu yang kau beri kekuatan

Mengukir kebaikan disisa umur dan kesempatan

Demi Waktu

Saat semua orang sejagat Raya diberi ujian

Waktu menjadi saksi akan betapa dahsyatnya virus

Dari satu negeri ke negeri yang lain

Dari satu wilayah ke wilayah yang lain

Tak terbendung, menembus batas

Menyisir tanpa pandang pesona dan kuasa

Cengkraman virus korona, membuat berbagai negara menguras tenaga menghadang dan melawannya

Negeriku Indonesia

Diterpa dengan seksama

Membawa dampak signifikan ke berbagai sendi kehidupan

Agama, sosial, politik, ekonomi dan ruang yang lainnya

Kami sadar bahwa sebagai orang beragama

Meyakini bahwa “Tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami” 

Begitu penggalan ayat Attaubah 51

Memberikan inspirasi untuk menerima dengan tegar setiap apapun yang terjadi

Kedahsyatan cengkraman viruspun menggigit tajam

Korban pun berjatuhan, satu persatu

Rakyat biasa, perawat, pedagang, dan banyak yang lain nya

Membuka mata semua, persoalan luar biasa

Kebijakanpun ditempuh, dari pusat sampai daerah

Memutus mata rantai penyebaran adalah kunci

Sebab kita sedang perang dengan lawan yang tak kelihatan

Betapa dahsyatnya

Sampai kekhawatiran dan ketakutan merasuk dalam hempasan napas dan gerakan

Hanya doa’ dan upaya terbaik yang terus kami lakukan

Ya Robb, engkau maha segalanya

Tanpa pertolongan mu kami bukan apa apa

Engkau telah mengajarkan tentang kemahabesaran kekuasaanmu

Betapa lemahnya kami yang kadang merasa kuat

Terlepas konspirasi atau tidak

Virus ini terlanjur hadir tersebar

Membuat kabut kegelapan menyelimuti

Namun, Indonesia harus kembali menyala

Menyalakan harapan

Menyalakan semangat

Menyalakan optimisme

Menyalakan saling membantu

Virus ini memaksa banyak orang untuk tetap dirumah, mengurangi kepulan polusi asap udara

Walau kepulan kebencian dan saling bertikai masih mencengkram jadi polusi

Membangkitkan kepekaan sosial

Walau virus dengki dan hasud merajalela

Membangkitkan empati

Walau bohong dan rakus masih jadi budaya

Indonesia Menyala

Kesadaran merasa, berfikir, bertindak & berkolaborasi yang akan membuat Indonesia kembali Menyala

تَحَصَّنَّا بِذِي الْعِزَّةِ والجَبَرُوْتِ، واعْتَصَمْنَا بِرَبِّ المُلْكِ والمَلَكُوْتِ، وَتَوَكَّلنا عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوْتُ 

اللُهم اصْرِفْ عَنَّا هذا الوَبَاءَ، إنك على كل شيء قدير

Peringatan kemerdekaan di tanah para pejuang

Tepat Hari Jum’at, 17 Agustus 1945, diperingati Hari kemerdekaan RI Ke-73 yang diikuti oleh pengurus pesantren, dewan santri dan santri Pesantren, Dengan antusias, khidmat dan tertib. Kegiatan hari ini merupakan rangkaian dari berbagai macam perlombaan di pesantren, sejak tanggal 15 agustus yang berupa berlombaan ketangkasan, pendidikan dan kesenian.

Pengibaran bendera merah putih & Lagu Indonesia raya & mengheningkan cipta memberikan tambahan spirit bagi seluruh peserta. Pada kesempatan ini yang menjadi inspektur upacara Continue reading

Film Asy-sahid KH. Zainal Musthafa

  وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Film ini adalah kisah nyata yang menceriterakan tentang perjuangan seorang hamba Alloh di Tasikmalaya. Dengan bimbingan kakaknya Yakni KH. Zainal Muhsin (Pendiri Pesantren Sukahideung), Beliau mendirikan Pesantren di kampung Cikembang pada tahun 1927 dengan nama Pesantren Sukamanah. Dengan penuh tawakkal dan ketauhidan, beliau terus berusaha mencerdaskan bangsa melalui pesantren yang dibangunnya.

Alhamdulillah Pesantren ini beberapa tahun kemudian bisa menarik santri-santrinya sampai 700 orang dari berbagai daerah di indonesia dan menetap di pesantren serta 10 kali lebih banyak untuk santri-santri yang tidak menetap di pesantren. Continue reading

Wanita Pemalu

Pada dasarnya wanita diciptakan sebagai makhluk yang pemalu. Dan dari dasar penciptaan-Nya ini Allah ternyata telah menetapakan satu ketentuan agama yang sangat cocok untuk makhluknya yang pemalu ini. Yaitu perintah untuk menutup aurat(berhijab). Kalau saja setiap wanita tetap berada pada fitrah penciptaannya, mungkin perintah ini, tidak lagi diartikan sebagai sebuah perintah yang dibebankan kepadanya. Tapi lebih kepada sebuah pertolongan yang selalu bisa menenangkannya. Continue reading

Pondok Pesantren KH Zainal Musthafa Sukamanah bersikap netral pada pemilihan calon Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya tahun 2015.

Pengurus Ponpes KHZ Musthafa Sukamanah Yusuf Hazim menerangkan Ponpes Sukamanah tidak pernah mengajak atau menggiring masyarakat untuk memilih setuju atau tidak setuju terhadap pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya, H Uu Ruzhanul Ulum dan H Ade Sugianto. Continue reading

Makna Tahun Baru Hijriyah

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَمُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَوَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. أما بعد معاسر المسلمين أوصيكم ونفس بتقو الله فقد فاز المتقون, أعود بالله من ا لسيطان الرجيم بسم الله الرحمان الرحيم إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Hadirin Sidang Jumat Rohima kumullah

Pada kesempatan yang mulia ini, di tempat yang mulia, dan di hari yang mulia ini, marilah kita selalu menjaga dan meningkatkan mutu keimanan dan kualitas ketakwaan kita kepada Allah dengan sebenar-benarnya, yaitu Continue reading

RENUNGAN JUM’AT PAGI

Makhluk yang Paling Membingungkan adalah “Manusia.”

Karena dia “Mengorbankan Kesehatannya” hanya “Demi uang”, Lalu dia “Mengorbankan Uangnya” demi “Kesehatan”.

Lalu dia Sangat Khawatir dengan Masa Depannya, Sampai dia Tidak Menikmati Masa Kini.
Akhirnya dia “Tidak Hidup di Masa Depan atau pun di Masa Kini”; dia “Hidup Seakan-akan Tidak Akan Mati”, lalu dia “Mati” tanpa “Benar-benar Menikmati” apa itu “Hidup”. Continue reading

1 2 3 10