Lokasi
Pendiri & Penerus
Statistik Web
  • 94312Total visitors:
  • 64Visitors today:
  • 141Visitors yesterday:
  • 1091Visitors last week:
  • 3804Visitors per month:
  • 147Visitors per day:
  • 0Visitors currently online:

adminuser

Kepada lebah, kita belajar tentang cinta

Kepada lebah, Allah pernah memberikan sebuah kepercayaan untuk menjadi contoh bagi hamba-hamba-Nya. Tentang bagaimana mengambil sesuatu yang baik, sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang terbaik. “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl 68-69) Continue reading

Menyambut Ramadhon

Romadhon sudah diambang pintu. Semua lapisan masyarakat muslim menyambut datangnya bulan penuh berkah ini dengan segala kegembiraan, dan suka cita. Wajah-wajah mereka ceria karena kerinduan yang mendalam ingin bertemu dengan “Bulan Romadhon” ; ingin mengisi hari-hari berkah ini dengan amal sholeh, baik itu berupa sholat tarawih, membaca Al-Qur’an, bershodaqoh, berdzikir, membantu kaum muslimin, memberi makan para fakir-miskin, menyiapkan buka puasa, dan sebagainya. Continue reading

Jurumiyah BAB VIII

Mudzakar dan Muanast

{المذكّر و المؤنّث}

Kalimat isim di tinjau dari segi نوع atau jenisnya terbagi kepada dua bagian. Yaitu:

A.    المذكّر yaitu:

هُوَ اِسْمٌ دَلَّ عَلَى الذَّكَرِ اَوْ مَا يُعَامَلُ مُعَمَلَتَهُ وَ لَيْسَ مِنْهُ

“Isim yang menunjukan kepada ma’na laki-laki atau yang diperlakukan seperti mudzakar tetapi bukan termasuk laki-laki”.

Isim mudzakar terbagi dua, yaitu:

Isim mudzakar hakiki yaitu isim menunjukan jenis kelamin laki-laki dari manusia atau hewan. Contoh: Continue reading

Peringatan Nujulul Quran sebuah renungan

Peristiwa nuzulul Qur’an adalah peristiwa spiritual yang agung bagi kita, dimana Alquran di turunkan saat Lailatul Qadar, dari Lauhul Mahfudz ke Langit Dunia, yang kelak dikenal sebagai “malam seribu bulan”. Tetapi mengapa kita kurang menyambutnya dengan kesiapan-kesiapan spiritual kita sehingga transformasi moral dalam diri kita terjelma sebagai generasi-generasi yang qur’ani yang bisa memberikan pengaruh positif terhadap proses pengabdian kita sehari-hari kepada Yang Maha Kuasa. Continue reading

Ketika Allah Melindungi Kita

“Paman, mengapa engkau mendo’akan banyak orang dan tidak mendoa’akan dirimu sendiri agar Allah memulihkan pandangan matamu”

Begitulah sebuah pertanyaan yang pernah di sampaikan seorang anak kecil yang bernama Abdullah bin Sa’id kepada salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang ketika itu banyak orang yang memohon agar di do’akan  karena do’anya dianggap lebih didengar oleh Allah swt. Sahabat   Rasulullah itu bernama, Sa’ad bin Abi Waqash. Continue reading

’’Sinar” sang inspirator dan motivator lembaran 2010

Mudah-mudahan Allah swt yang maha mencipta dan maha mengatur alam semesta beserta isinya, mengetahui karakter hamba-hambanya, menolong kita menjadi orang yang sanggup mengubah diri, tentunya menuju yang lebih baik.

Untuk mampu berpenampilan baik, ternyata kita membutuhkan cermin agar mengetahui apa yang harus diperbaiki pada wajah ataupun tubuh kita, kendati begitu sebening apapun sang cermin kalau kita tidak pernah mau melakukan sesuatu sesudah menatap diri dicermin tersebut maka sama sekali tidak ada artinya, bahkan orang yang paling malang adalah orang yang marah ke cermin karena yang dlihat itu tidak cocok dengan keinginannya. Continue reading

Berpisah dengan orang yang kita cinta

Dalam hidup ini, kita pasti pernah punya kisah tentang perpisahan yang selalu berakhir dengan tangisan. Terlebih, ketika termasuk alumni pesantren sukamanah. Pasti kita punya cerita yang seragam tentang masalah ini. Cerita tentang tangis kita karena di tinggal kakak-kakak kelas kita, atau cerita tentang tangis karena mesti dan harusnya kita meninggalkan adik-adik kelas kita. Dan itu semua berangkat dari sebuah kenyataan, bahwa kita mesti berpisah dengan orang-orang yang kita cinta. Continue reading

Lanjutan Jurumiyah BAB VII

Dlomir rafa muttashil pun, terbagi menjadi dua bagian:

─   الضّمير المستتر, adalah:

كُلُّ ضَمِيْرٍ يَتَّصِلُ بِالفِعْلِ وَلا يَظْهَرُ فِى اللَّفْظِ

“Setiap dlomir yang berhubungan dengan kalimat fiil dan tidak tampak berupa lafadz”.

Perinciannya sebagai berikut:

  • Dlomir mustatir di dalam fiil madli perkiraannya adalah هو dan هي, contoh:

الوَلَدُ تَكَاسَلَ       تَقْدِيْرُهُ هُوَ        البِنْتُ تَكَاسَلَتْ            تَقْدِيْرُهُ هِيَ

Continue reading

Kewajiban lisan dan telinga

Lisan atau mulut adalah mediator bagi manusia dalam mencapai maslahat bagi dirinya, yang karenanya Allah subhanahu wata’ala menetapkan kewajiban terhadap lisan untuk tetap melaksanakan atau menggunakan lisan tersebut sesuai dengan perintahNYA, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala, artinya,

قُولُوا آَمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا

“Katakanlah (hai orang-orang mu’min), “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami.” (QS.al-Baqarah:136) Continue reading

Bagaimana anggota badan beriman

Ketika kita menyebut kata iman, maka yang terlintas dalam benak kita adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan i’tiqad, keyakinan dan perkara-perkara yang terkait dengan hati serta masalah ghaib. Memang benar pada dasarnya iman adalah tashdiq atau pembenaran terhadap segala yang diberitakan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih termasuk di dalamnya perkara ghaibiyah, namun tentu definisi iman tidaklah berhenti di situ saja. Bahkan iman menuntut adanya amal perbuatan dari anggota badan. Continue reading