Lokasi
Pendiri & Penerus
Statistik Web
  • 112477Total visitors:
  • 37Visitors today:
  • 108Visitors yesterday:
  • 857Visitors last week:
  • 2849Visitors per month:
  • 117Visitors per day:
  • 0Visitors currently online:

Artikel

Selalu ada debu dan dosa

Dosa tak ubahnya seperti tiupan angin di tanah berdebu. Wajah terasa sejuk sesaat, tapi butiran nodanya mulai melekat. Tanpa terasa, tapi begitu berbekas. Kalau saja tak ada cermin, orang tak pernah mengira kalau ia sudah berubah.

Perjalanan hidup memang penuh debu. Sedikit, tapi terus dan pasti; butiran-butiran debu dosa kian bertumpuk dalam diri. Masalahnya, seberapa peka hati menangkap itu. Karena boleh jadi, mata kepekaan pun telah tersumbat dalam gundukan butiran debu dosa yang mulai menggunung.

Seorang mukmin saleh mungkin tak akan terpikir akan melakukan dosa besar. Karena hatinya sudah tercelup dengan warna Islam yang teramat pekat. Jangankan terpikir, mendengar sebutan salah satu dosa besar saja, tubuhnya langsung merinding. Dan lidah pun berucap, “Na’udzubillah min dzalik!

Namun, tidak begitu dengan dosa-dosa kecil. Karena sedemikian kecilnya, dosa seperti itu menjadi tidak terasa. Te Continue reading

Citarasa Hidup yang benar-benar Benar

Setiap kita pasti punya kenangan indah, baik itu kenangan indah kita pada seseorang, tempat, lagu, atau suasana. Sehingga dari sana pula kita akhirnya mengenal istilah, lagu kenangan, tempat kenangan dan suasana atau seseorang yang selalu kita rindukan.

Dan karena memang kenangan indah itu telah melahirkan kerinduan, maka tak jarang pula kita terkadang mencoba untuk seolah kembali mereplay perjalanan indah di masa lalu agar bisa terjadi lagi di hari ini. Mungkin dengan kembali memutar lagu indah itu, singggah di tempat indah itu, dan mungkin dengan mengadakan reuni atau kembali melakukan hal-hal yang dulu telah membuat kita bahagia, di tengah keadaan yang terkadang justru membuat kita bersedih hari ini.

Dan bukan sekedar keindahan, ternyata kebaikan juga memliki porsi yang sama untuk kita rindukan. karena  kein Continue reading

Pesantren Dan Perjuangan KH. Zainal Musthafa Sukamanah

Sejauh yang saya ketahui, setiap akhir bulan Februari, dalam setiap surat kabar -paling tidak sebagian besar- yang beredar di daerah Jawa Barat, terutama di daerah priangan timur, selalu dimuat artikel tentang perjuangan KH. Zainal Musthafa Sukamanah. Yang berada diantara Pesantren di Tasikmalaya. Kebanyakan dari artikel tersebut hanya mengulas sekitar riwayat hidup KH. Zainal Musthafa atau paling jauh hanya membahas tentang lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan yayasan KH. Zainal Musthafa. Hal ini dapat dimaklumi karena memang mayoritas penulisnya adalah alumnus dari lembaga pendidikan tersebut. Menurut hemat saya, selaku orang masih menimba ilmu di Pesantren Perguruan KH. Zainal Musthafa (Pesantren Sukamanah), tulisan yang hanya menyajikan ulasan tentang riwayat hidup atau lembaga pendidikan KH. Zainal Musthafa dengan mengabaikan nilai-nilai yang ada di dalamnya terasa sangat hambar dan hampa. Di tengah-tengah kondisi masyarakat dewasa ini, yang sebagian besar sedang mengalami krisis figur dan kepercayaan serta degradasi moral dan spiritual, bukan ulasan sejarah yang mereka butuhkan, akan tetapi ajaran moral dari sejarah tersebut, yang sering saya sebut sbagain “ajaran hidup dan kehidupan”. Continue reading

Jurumiyah BAB XI Naib Pail

(المفعول الّذى لم يسمّى فاعله)

Ta’rif naibul fail

Secara bahasa berarti pengganti fail karena memang pada kenyataannya naib fail itu adalah yang menempati kedudukan fail. Sedangkan menurut istilah ahli nahwu adalah:

اِسْمٌ مَرْفُوْعٌ حَلَّ مّحَلَّ فَاعِلٍ لَمْ يُذْكَرْ وَتَقَدَّمّهُ فِعْلٌ مَبْنِيٌّ لِلْمَفْعُوْلِ

Isim yang dirafakan dan menempati tempat fail yang tidak disebutkan serta didahului oleh fiil mabni lil maful atau mabni majhul. Contoh: Continue reading

Manifesto Peringatan Perjuangan Pahlawan

Segala puji bagi Allah, tuhan yang menganugerahkan kepada bangsa Indonesia sosok yang rela mengorbankan dirinya untuk sesuatu hal yang bernilai dan perjuangan yang tanpa pamrih hingga titik darah penghabisan, Muhammad sebagai nabi pilihan dari anak adam. Dia megutusnya untuk memberikan kabar gembira dan peringatan kepada semua umat manusia. Dengan idzinnya, beliau mengajak manusia kepada Allah. Beliau adalah lampu yang menyinari. Continue reading

Kurban dan Pesan Terakhir Nabi

Apa yang kita pikirkan ketika kita tengah berkumpul bersama keluarga dan sahabat-sahabat kita saat kita tengah memotong, membakar (membuat sate), dan memakan daging kurban?

Maka ‘bahagia’, itulah jawaban kita. tapi sebatas apa kita mengartikan kebahagiaan ketika itu?

Mungkin hanya sebatas kita bahagia karena bisa berkumpul dan makan bersama mereka orang-orang yang kita cinta.

Padahal sebenarnya, ada makna lain yang lebih pantas kita jadikan sebuah alasan kebahagiaan kita ketika itu. Yaitu sebuah pelajaran yang bisa kembali mengingatkan kita dari kelalaian dalam menyadari bahwa semua rizki dan apa saja yang telah kita makan itu adalah murni pemberian Allah. sehingga denganya kita bisa menemukan makna kebahagian lain dari sebuah rasa syukur yang kita ciptakan. Karena pada akhirnya syukur juga merupakan ungkapan lain bahwa sebenarnya kita berbahagia. Continue reading

Musuh Berenang di Air Tenang

Seorang mukmin hidupnya kadang mirip peladang. Tak pernah lelah membuka lahan, menanam benih, merawat, menjaga, dan akhirnya menikmati indahnya tanaman yang mulai berbuah. Tapi, jangan pernah menanggalkan parang. Karena dalam kebun juga ada ular, babi hutan, dan anjing liar.

Keimanan merupakan anugerah Allah yang begitu mahal. Hidup yang keras bisa terlalui dengan tenang, nyaman, dan penuh harapan. Sesulit apa pun kehidupan seorang mukmin, ia tetap punya harapan hari esok yang sangat membahagiakan.

Namun, bukanlah iman yang tanpa ujian. Iman bukan sebuah jaminan kalau seorang anak manusia bisa hidup t Continue reading

Serambi Hati Buat Rasulullah SAW

Selemah apapun kadar keimanan kita, ada satu hal yang tak dapat kita pungkiri bahwa kita semua merindukan dan mencintai rasulullah saw. Meski kerinduan dan kecintaan ini hanya sebatas ada di serambi hati dan di ujung lidah saja. Tapi walaupun begitu, kita juga pernah merasakan marah ketika mendengar rasulullah saw dicaci dan dihina. Kecuali jika di hati kita ini memang tak ada sedikitpun keimanan akan Allah dan Rasul-Nya.

Dan kalau kita pernah rindu, maka pasti pernah terbesit di hati kita untuk bertemu. Ya, bahkan untuk sebuah pertemuan kepada Rasulullah SAW, baik sebelum dan sesudah kehidupan ini.

Mungkin seperti kerinduan seorang rekan saya yang merasa iri dengan para sahabat Rasulullah SAW. karena m Continue reading

Kesuksesan Yang Tidak Menipu

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (22) لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آَتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

 “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi ini dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan agar kamu jangan terlalu gembira dengan apa yang Dia berikan kepada kamu dan Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Al-Hadid: 22-23) Continue reading

Khutbah Idul Adha

خطبة عيد الأضحى ” ألأولى

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الله أكبر  9 × . الله أكبر كبيرا والحمدُ لله كثيرا وسبحانَ اللهِ بُكرةً وأصيلاً . لا إلهَ إلاّ اللهُ وحدَه, صدَقَ وعدَه ، ونصَر عبدَه ، وأعَـزَّ جُندَه ، وهزَم الأحزابَ وحدَه ، لا إلهَ إلاّ اللهُ هو اللهُ أكبر، الله أكبر ولله الحمدُ . الحمدُ للهِ ، نحمَدُه ونستعينُه ونستغفِرُه ، ونعُوذُ باللهِ من شُرورِ أنفُسِنا ومِن سيّئـاتِ أعمالِنا ، من يَهدِه اللهُ فلا مُضِلَّ له ومن يُضلِلْ فلا هادِيَ له . وأشهدُ أن لا إلهَ إلاّ اللهُ وحدَه لا شريكَ له ، وأشهَدُ أنّ محمّداً عَبدُه ورسولُه.  اللّهمّ صلَّ وسَلِّم وبارِكْ على هذاالنبيِّ الكريمِ سيِّدنا محمّدٍ وعلى آله وصحابتِهِ. معاشِرَ المسلمينَ !  أوصِيكُم ونفسِى بتقوَى الله فقد فاز المتّقونَ . أعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم: وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ (99) رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ (100) فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ (101) فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (102) فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ (103) وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ (104) قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (105) إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ (106) وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ (107) وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآَخِرِينَ (108) سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ (109) كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (110) إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ (111) الصافات Continue reading

1 3 4 5 6 7 11