Kegiatan

Memilih Pemimpin

Oleh Choiril
Kita sangat berharap mendapatkan pemimpin yang adil dan tidak dzolim. Tapi anehnya, cara kita memperolehnya justru dengan cara-cara yang dzolim. Kita saling mencela, menghina hanya karena berharap bahwa calon pemimpin yang kita usung menang.
Padahal ulama telah mengatakan:

فإن أرادوا أن يتخلصوا من ذلك الأمير الظالم فليتركوا الظلم

“Jika rakyat ingin lepas dari penguasa zhalim, hendaknya mereka meninggalkan perbuatan zhalim yang mereka lakukan.”
Sungguh amat disayangkan jika kita terlalu fokus pada usaha dan kemampuan sendiri sampai lupa untuk bergantung kepada Allah dalam setiap usaha yang kita lakukan.
Kita terlalu bergantung pada asbab kauniyah dan meninggalkan asbab syar’iyah.
Dan sebagai orang yang mengaku beriman kepada Al Quran dan Nabi Muhammad, mestinya kita meyakini dengan pasti sebab-sebab yang disebutkan oleh Pembuat syariat, yaitu Allah Ta’ala.. Bahwa memang orang zhalim itu pemimpin bagi sebagiannya yang lain.
Atau sebab syar’i lain semisal:
– Siapa yang menginginkan jalan keluar, hendaknya ia bertaqwa kepada Allah.
– Siapa yang ingin bertambah nikmatnya, hendaknya ia bersyukur.
– Siapa yang ingin panjang umurnya, hendaknya ia menyambung silaturahim yang terputus.
– Siapa yang ingin harta yang berkecukupan dan anak yang banyak, maka perbanyak istighfar.. Sebagaimana perkataan Nabi Nuh pada kaumnya.
– Dan sebab syar’i yang umum, yaitu doa. Jangan sesekali meremehkan doa.
Ingat, doa yang diajarkan Rasulullah:

وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

“Janganlah Engkau serahkan urusan ini kepada diriku sendiri, walaupun sekejap mata”
Maka siapakah kita yang terlalu percaya diri sehingga menyandarkan hasil hanya dari usaha sendiri tanpa memohon pertolongan Allah?

Peringatan kemerdekaan di tanah para pejuang

Tepat Hari Jum’at, 17 Agustus 1945, diperingati Hari kemerdekaan RI Ke-73 yang diikuti oleh pengurus pesantren, dewan santri dan santri Pesantren, Dengan antusias, khidmat dan tertib. Kegiatan hari ini merupakan rangkaian dari berbagai macam perlombaan di pesantren, sejak tanggal 15 agustus yang berupa berlombaan ketangkasan, pendidikan dan kesenian.

Pengibaran bendera merah putih & Lagu Indonesia raya & mengheningkan cipta memberikan tambahan spirit bagi seluruh peserta. Pada kesempatan ini yang menjadi inspektur upacara Continue reading

Pesan Sosial Ibadah Qurban

Segala puji dan syukur semoga senantiasa terlimpah curahkan kepada sang Maha pencipta Allah swt sang penguasa waktu, Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada pribadi yang sempurna sosok manusia yang tiada dua dan syarat dengan akhlaq yang mulia Muhammad SAW. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang ertinya, Maka solatlah untuk Rabbmu dan sembelihlah hewan.” (Qs. Al Kautsar: 2) Syaikh Abdullah Alu Bassaam menyatakan, “Sebahagian ulama ahli tafsir menyatakan; yang dimaksud dengan menyembelih hewan adalah menyembelih hewan korban setelah solat Ied. Continue reading

BERSIHKAN HATI

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَهُوَ الْمُهْتَدُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًا مُرْشِدًا. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَي حَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأصَحابهِ اْلأَخْيَارِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ قَالَ تَعَالَي عَزَّ مِنْ قَائِلٍ : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ هو الذى بعث في ألآميين رسولآ منهم يتلوا عليهم ءايته ويزكيهيم ويعلمهم الكتاب والحكمة وان كانوا من قبل لفي ظللٍ مبين ( ألجمعه 

Tina ayat eta aya sababaraha pelajaran anu tiasa ku urang di candak diantawisna bahwa Rasulullah di utus ka umatna kanggo ngadugiken ayat-ayat-Na, Ngabersihken sareng nyuciken hate-hatena oge piken ngajarken kitab sareng sunnah Rosulullah SAW.Adapun maksad nyuciekn dina kalimat (ويزكيهم) Alqurtubi berpendapat : Continue reading

Pesantren Dan Perjuangan KH. Zainal Musthafa Sukamanah

Sejauh yang saya ketahui, setiap akhir bulan Februari, dalam setiap surat kabar -paling tidak sebagian besar- yang beredar di daerah Jawa Barat, terutama di daerah priangan timur, selalu dimuat artikel tentang perjuangan KH. Zainal Musthafa Sukamanah. Yang berada diantara Pesantren di Tasikmalaya. Kebanyakan dari artikel tersebut hanya mengulas sekitar riwayat hidup KH. Zainal Musthafa atau paling jauh hanya membahas tentang lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan yayasan KH. Zainal Musthafa. Hal ini dapat dimaklumi karena memang mayoritas penulisnya adalah alumnus dari lembaga pendidikan tersebut. Menurut hemat saya, selaku orang masih menimba ilmu di Pesantren Perguruan KH. Zainal Musthafa (Pesantren Sukamanah), tulisan yang hanya menyajikan ulasan tentang riwayat hidup atau lembaga pendidikan KH. Zainal Musthafa dengan mengabaikan nilai-nilai yang ada di dalamnya terasa sangat hambar dan hampa. Di tengah-tengah kondisi masyarakat dewasa ini, yang sebagian besar sedang mengalami krisis figur dan kepercayaan serta degradasi moral dan spiritual, bukan ulasan sejarah yang mereka butuhkan, akan tetapi ajaran moral dari sejarah tersebut, yang sering saya sebut sbagain “ajaran hidup dan kehidupan”. Continue reading