Lokasi
Pendiri & Penerus
Statistik Web
  • 97695Total visitors:
  • 104Visitors today:
  • 182Visitors yesterday:
  • 1311Visitors last week:
  • 2496Visitors per month:
  • 172Visitors per day:
  • 1Visitors currently online:

Tasawuf

Mungkin kita belum sepenuh hati mempercayainya

Dahulu ada dua orang yang masuk islam di hadapan Rasulullah saw. tak lama kemudian, salah satu dari kedua orang itu gugur syahid dalam satu peperangan. Sementara yang satunya lagi, baru meninggal satu tahun kemudian. Thalhah bin Ubaidillah bermimpi dan mengatakan, “Dalam mimpi aku melihat yang meninggal belakangan, yang lebih dulu dimasukkan ke syurga sebelum yang mati syahid pertama.” Lalu esok harinya thalhah menyampaikan mimpinya itu kepada Rasulullah saw. Rasul bersabda, Bukankah yang meninggal belakangan itu telah berpuasa di bulan Ramadhan, dan shalat 6000 rakaat ini dan itu, lalu juga melaksanakan shalat sunnah? Dalam Riwayat lain Rasulullah saw mengatakan, “Bukankah ia telah memasuli bulan Ramadhan dan ia puasa dan sujud dalam satu tahun itu? Lalu Rasulullah saw mengatakan, “Sesungguhnya jarak antara keduanya lebih jauh dari jarak antara langit dan bumi…” (HR. Ahmad) Continue reading

Kisi-kisi Kehidupan

Hari-hari di Pesantren Khz Musthafa Sukamanah pada satu, tiga, lima atau sepuluh tahun yang lalu adalah diantara saat-saat terindah bagi kita yang memang pernah merasakan tinggal dan mengenyam pendidikan di dalamnya.

Mungkin, masing-masing kita berbeda dalam memaknai semua keindahan masa lalu di sukamanah. Mungkin Ada yang memaknai bahwa keindahan bagi mereka ada pada saat ketika mereka masih belajar mengeja sesuatu yang tak tampak menjadi seolah seperti ada, dan mengeja sesuatu yang tak terlihat menjadi tampak seolah begitu nyata, mungkin tentang syurga itu, atau tentang kengerian neraka itu. Continue reading

Ketika Allah Melindungi Kita

“Paman, mengapa engkau mendo’akan banyak orang dan tidak mendoa’akan dirimu sendiri agar Allah memulihkan pandangan matamu”

Begitulah sebuah pertanyaan yang pernah di sampaikan seorang anak kecil yang bernama Abdullah bin Sa’id kepada salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang ketika itu banyak orang yang memohon agar di do’akan  karena do’anya dianggap lebih didengar oleh Allah swt. Sahabat   Rasulullah itu bernama, Sa’ad bin Abi Waqash. Continue reading

Berpisah dengan orang yang kita cinta

Dalam hidup ini, kita pasti pernah punya kisah tentang perpisahan yang selalu berakhir dengan tangisan. Terlebih, ketika termasuk alumni pesantren sukamanah. Pasti kita punya cerita yang seragam tentang masalah ini. Cerita tentang tangis kita karena di tinggal kakak-kakak kelas kita, atau cerita tentang tangis karena mesti dan harusnya kita meninggalkan adik-adik kelas kita. Dan itu semua berangkat dari sebuah kenyataan, bahwa kita mesti berpisah dengan orang-orang yang kita cinta. Continue reading

Pasrah

“Aku adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, aku tidak akan menentang perintah-Nya. Dan Allah tidak akan pernah menelantarkan diriku”

Hanya itu penjelasan yang bisa rasulullah sampaikan kepada para sahabat yang merasa tidak mengerti akan keputusan rasulullah saw yang menyapakati akan perjanjian damai dengan kafir quraisy (perjanjian hudaibiyah). Ya, Sebuah perjanjian damai yang menurut mereka hanya akan merugikan kaum muslimin. Sebuah perjanjian yang mengharuskan mereka pulang kembali, pulang ke madinah sebelum bisa memasuki baitul haram (Makkah), sebuah perjanjian yang dalam salah satu pointnya di sebutkan ” jika salah seorang kafir memeluk islam, dia harus dikembalikan kepada pihak Quraisy. Tapi apabila seorang muslim murtad dan kembali kafir, maka dia berhak mendapat perlindungan dari kaum kafir Quraisy”. Continue reading

Separuh malam terindah, antara Nabi dengan Tuhannya

Siapa di dunia ini orang yang tak pernah merasa sakit hati, kecewa dan marah karena perilaku buruk atau penghianatan orang lain? saya yakin, kita semua pernah mengalami satu kondisi yang memaksa kita untuk kecewa dan menangis karena perlakuan buruk atau penghiatan seorang teman yang kita mengenalinya sebagai rekan kerja, istri/suami atau kekasih. Continue reading

Ketika Allah Melindungi Kita

“Paman, mengapa engkau mendo’akan banyak orang dan tidak mendoa’akan dirimu sendiri agar Allah memulihkan pandangan matamu”

Begitulah sebuah pertanyaan yang pernah di sampaikan seorang anak kecil yang bernama Abdullah bin Sa’id kepada salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang ketika itu banyak orang yang memohon agar di do’akan  karena do’anya dianggap lebih didengar oleh Allah swt. Sahabat   Rasulullah itu bernama, Sa’ad bin Abi Waqash.

Saudaraku, Continue reading

Wanita Yang Allah Kenal

Pada dasarnya wanita diciptakan sebagai makhluk yang pemalu. Dan dari dasar penciptaan-Nya ini Allah ternyata telah menetapakan satu ketentuan agama yang sangat cocok untuk makhluknya yang pemalu ini. Yaitu perintah untuk menutup aurat(berhijab). Kalau saja setiap wanita tetap berada pada fitrah penciptaannya, mungkin perintah ini tidak lagi diartikan sebagai sebuah perintah yang dibebankan kepadanya. Tapi lebih kepada sebuah pertolongan yang selalu bisa menenangkannya. Continue reading

SUDAHKAH KITA HIDUP – Tasawuf

SUDAHKAH KITA HIDUP – Tasawuf

“Ketika Saya membaca buku yang berjudul “Pengantar Ke Filsafat Hukum”, saya sempat tercenung sejenak, dan terdiam beberapa saat. Tapi kemudian saya lanjutkan kembali membaca hingga selesai satu faragraf. Ada satu ungkapan sederhana namun filosofis. Ungkapan itulah yang membuat saya tercenung beberapa saat. Menyebutkannya kembali adalah hal yang menyenangkan, karena ungkapan tersebut cukup menarik. Begini ungkapannya Continue reading

NURANI YANG BISU

“Ada seorang raja menderita penyakit yang mengerikan. Sangat mengerikan. Menceritakannya kembali akan sangat tidak enak. Sejumlah tabib Yunani dengan sepakat memutuskan bahwa penyakitnya hanya akan sembuh, bila raja mau makan empedu orang dengan syarat-syarat tertentu. Raja memerintahkan agar orang itu dicari di seluruh negeri. Seorang anak petani dengan kualifikasi yang disebutkan tabib ditemukan. Raja memberikan anugerah yang berlimpah kepada kedua orang tuanya, sehingga mereka senang anaknya dijadikan korban. Jaksa Agung (Mahkamah Agung) memutuskan boleh menumpah darah rakyat untuk menyelamatkan nyawa raja. Algojo siap memotong kepalanya. Tiba-tiba pemuda itu mendongak ke langit seraya tersenyum. Raja bertanya : Continue reading