Lokasi
Pendiri & Penerus
Statistik Web
  • 56047Total visitors:
  • 36Visitors today:
  • 68Visitors yesterday:
  • 521Visitors last week:
  • 1357Visitors per month:
  • 69Visitors per day:
  • 0Visitors currently online:

Peringatan kemerdekaan di tanah para pejuang

Tepat Hari Jum’at, 17 Agustus 1945, diperingati Hari kemerdekaan RI Ke-73 yang diikuti oleh pengurus pesantren, dewan santri dan santri Pesantren, Dengan antusias, khidmat dan tertib. Kegiatan hari ini merupakan rangkaian dari berbagai macam perlombaan di pesantren, sejak tanggal 15 agustus yang berupa berlombaan ketangkasan, pendidikan dan kesenian.

Pengibaran bendera merah putih & Lagu Indonesia raya & mengheningkan cipta memberikan tambahan spirit bagi seluruh peserta. Pada kesempatan ini yang menjadi inspektur upacara

Kang Imam Syafii

Kemerdekaan itu adalah berkat rahmat dan Inayah Allah  dengan perjuangan pahlawan, para ulama dan rakyat Indonesia.

Sebesar apapun tenaga & upaya tanpa pertolongan Allah itu sia sia

Kita wajib mensyukurinya.

Kemerdekaan bukan dilakukan hanya dengan mimpi, namun upaya kongkrit. Dari para penduhulu, pahlawan, kyai dan salahsatunya kita hari ini sedang berada di tanah pejuang, pendiri pesantren Sukamanah yaitu KH. Zainal Musthafa. Membela agama, negara dan membebaskan negara kita dari kedzaliman dan kemusyrikan. Tandas beliau dengan menggebu. Beliau juga mengatakan

Sebagai penerus bangsa untuk meneladani para pahlawan di Negeri ini.

Mengisi kemerdekaan

Belajar, agar kita terbebas dari kebodohan. Agar bisa mempertahankan kemerdekaan dan mengisinya dgn hal yang bermanfaat.

Ditempat sama, salah seorang santri bernama Hanifatunanjah santri sukamanah yang berasal dari purwakarta, ia mengatakan kemerdekaan itu samangat juang tinggi, menanamkan kedisiplinan dan solidaritas.

Memaknai kemerdekaan, kita harus bersyukur walaupun berbeda agama, ras, budaya bahkan bahasa. Kita disatukan dengan kesadaran dan kecintaan terhadap NKRI. Tentu hari kemerdekaan ini harus menjadi tambahan spirit menjaga persatuan kesatuan dan gotong royong sebagai adat budaya jati diri bangsa. “Kokohkan persatuan, tebarkan perdamaian”, tandas edi Bukhori salah seorang pengurus dewan santri

Dirgahayu NKRI

Kuat Negaranya, bahagia warganya

Copy right Pesantren di Tasikmalaya.

Pesantren KH. Zainal Musthafa Sukamanah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *