Lokasi
Pendiri & Penerus
Statistik Web
  • 65066Total visitors:
  • 68Visitors today:
  • 109Visitors yesterday:
  • 686Visitors last week:
  • 1495Visitors per month:
  • 88Visitors per day:
  • 2Visitors currently online:

Ulama Pahlawan

Singa Tasikmalaya

KH Zainal Mustafa, Singa dari Singaparna

Oleh: Abid Muaffan

Singaparna, mendengar namanya mungkin kita akan terngiang pada suatu daerah yang pernah terjadi peristiwa heroik santri melawan penjajah, terlebih saat kita memasuki sebuah kampung Sukamanah yang cukup melegenda di benak masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Sukamanah memang tak ubahnya kampung pada umumnya yang berdiri di tengah hamparan pematang sawah, namun dusun yang saat ini masuk wilayah administratif Desa Sukarapih Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya menyimpan sejarah perlawanan rakyat melawan penjajahan yang dikomandoi oleh ulama yang masyhur, beliaulah Asy-Syahid KH. Zainal Musthafa. Lalu bagaimana kisah inspiratif KH. Zainal Mustofa, dari kelahiran, masa menuntut ilmu, perjuangan heroik sampai kisah pesantren peninggalannya. Simak penelusuran kami langsung dari Kampung Sukamanah, Tasikmalaya sebagai basis perjuangan melawan kolonialisme dengan syiar kalimah Illahi. Continue reading

Peringatan kemerdekaan di tanah para pejuang

Tepat Hari Jum’at, 17 Agustus 1945, diperingati Hari kemerdekaan RI Ke-73 yang diikuti oleh pengurus pesantren, dewan santri dan santri Pesantren, Dengan antusias, khidmat dan tertib. Kegiatan hari ini merupakan rangkaian dari berbagai macam perlombaan di pesantren, sejak tanggal 15 agustus yang berupa berlombaan ketangkasan, pendidikan dan kesenian.

Pengibaran bendera merah putih & Lagu Indonesia raya & mengheningkan cipta memberikan tambahan spirit bagi seluruh peserta. Pada kesempatan ini yang menjadi inspektur upacara Continue reading

Persatuan dan Kesatuan bangsa serta Moralitas modal utama kemajuan bangsa dan kokoh serta tegaknya NKRI

Bencana, konflik, korupsi dan perseteruan terorisme yang sering ditonton sekarang ini di Media, sebagai rakyat jelata saya hanya melongok dan melongok kondisi bangsa yang semakin terpuruk dan memprihatinkan. Disamping banyak disaksikannya anak-anak terlantar dan jerit masyarakat dengan mahalnya bahan pokok. Dalam benak saya berkata: Apa yang bisa saya lakukan dan juga berkata kasihan para pahlawa bangsa yang tulus berjuang untuk kemajuan bangsa karena perjuangan mereka melahirkan kebangkitan bukan menunggu kebangkitan. Continue reading