Tentang Sukamanah

Sukamanah adalah nama sebuah kampung yang pada asalnya bernama Cikembang yang berubah menjadi Sukamanah atas inisiatif dari pendiri pondok pesantren yaitu K.H Zainal Musthafa. Kemudian dinamailah pesantren tersebut menjadi pondok pesantren Sukamanah yang beridiri di atas tanah wakaf dari janda dermawan yang bernama Almagfurlah Hj. Siti Juairiah pada tahun 1927 H. Pondok pesantren Sukamanah berkembang menjadi pusat pembelajaran agama Islam sejak sebelum kemerdekaan Republik indonesia bahkan dalam peristiwa kemerdekaan pondok pesantren sukamanah ikut berperan dalam pergerakan perjuangan melawan tentara penjajah jepang pada waktu itu. Peristiwa perjuangan para santri sukamanah melawan tentara jepang terjadi pada tanggal 1 Rabi’ul awwal 1363 H (25 Februari 1944 M).
Pendiri pondok pesantren Sukamanah yaitu KH. Zainal Musthafa berbekal ilmu-ilmu yang diraihnya dari beberapa pesantren selama 17 tahun, beliau memimpin pesantren selama kurang lebih 17 tahun, karena terjadi pertempuran antara santri-santri Sukamanah dengan tentara jepang yang menyebabkan beliau ditangkap menjadi tawanan jepang. Berdasarkan dokumen kantor Erevel Belanda Ancol Jakarta beliau dan santri-santrinya telah menjalani hukuman mati pada tanggal 25 Oktober 1944 dan dimakamkan di taman pahlawan Belanda, Ancol, Jakarta. Kemudian pada tanggal 25 Agustus 1973 jenazah beliau dan 17 orang pengikutnya dipindahkan ke makam pahlawan Sukamanah.
Dalam tempo 17 tahun tersebut Almagfurlah KH. Zainal Musthafa mampu mencetak banyak generasi menjadi alim yang sanggup dan cakap memberikan pelajaran agama di tempat/kampung halamanya masing-masing. Berkat kedalaman ilmu dan kemuliaan akhlaknya para santri datang berbondong-bondong dari berbagai pelosok, Sehingga santri yang diasramakan berkisar antara 600 s.d 700 orang yang ditampung di 6 asrama di tiap tahunnya. Adapun santri yang tidak di asrama (santri kalong) jumlahnya lebih dari sepuluh kali lipat dari yang di asrama. Di samping itu, ajengan Musthafa muda aktif dalam organisasi Nahdhatul Ulama (NU) dan ikut berperan dalam menggaungkan panji-panji NU di Tasikmalaya kala itu.
Pada tahun 1950 keadaan pesantren sepeninggal beliau dilanjutkan dan dirintis kembali oleh KH. Muh Fuad Muhsin Rohimahullah dan K.U. Abdul Aziz Rahimahullaah serta rekan-rekannya dengan bimbingan kakaknya KH. Wahab Muhsin Rahimahullaah. Kemudian pada tahun 2003 KH. Fuad Muhsin menyerahkan kepemimpinan pesantren kepada putranya KH. Drs. A. Thahir Fuad yang memimpin dan mengasuh pesantren peninggalan K.H. Zainal Musthafa sampai sekarang. Selanjutnya dalam perkembangannya pada tanggal 17 Agustus 1956 telah berdiri yayasan K.H. Zainal Musthafa Sukamanah. Yayasan ini bertujuan untuk melanjutkaan perjuangan pahlawan KH. Zainal Musthafa khususnya di bidang pendidikan yang tidak hanya membina pesantren namun melebarkan sayap dalam pendidikan formal. Melalui yayasan ini didirikanlah sekolah-sekolah formal yakni SMP-SMA K.H. Z. Musthafa, PGA Sukamanah (sekarang MAN 1 Tasikmalaya) dan Mts Sukamanah (sekarang MTsN 1 Tasikmalaya).
Dalam membentuk generasi muslim yang berakhlak mulia dan ilmiah yang berlandaskan Aqidah Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah pondok pesantren Sukamanah melaksanakan proses pendidikan dengan mempertahankan metode pondok pesantren salafiah yaitu kajian kitab karangan para ulama dengan cara bandongan dan sorogan dengan sistem klasikal. Selain itu pendidikan yang diselenggarakan menyesuaikan dengan tuntutan zaman dengan dasar Al-Muhafazatu ‘Ala Al-Qadim Al-Shalih Wa Al-Akhdzu Bi Al-Jadid Al-Aslah, para santri juga diharuskan untuk mengikuti program tahfidz (Al Qur’an, Hadits, matan kitab) setiap minggunya. dengan tujuan menguatkan hafalan Al Qur’an, Hadits serta ilmu nahwu shorof.
Selain menempuh pendidikan pesantren, para santri diwajibkan untuk mengikuti pendidikan formal di sekolah berbasis pesantren yang berada di bawah naungan Yayasan KH. Zainal Musthafa Sukamanah yakni SMP dan SMA KHZ. Musthafa. Berkat rahmat Allah Swt, sampai saat ini alumni-alumni pondok Pesantren KH. Zainal Musthafa Sukamanah sudah tersebar luas di hampir seluruh penjuru negeri dari sabang sampai merauke. Bagi para orang tua yang bermaksud untuk menitipkan anak-anaknya sebagai penerus tonggak perjuangan KHZ. Musthafa dalam menuntut ilmu di lembaga pendidikan warisan pahlawan nasional ini, silahkan mendaftarkan diri dengan mengikuti tahapan-tahapannya pada website ini atau langsung mendatangi Pondok Pesantren K.H. Zainal Musthafa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *